Rabu, 07 Oktober 2015

HALALKAH SELFIE?

Akhir-akhir grup WhatsApp di handphone sedang ramai-ramainya bahkan berlomba-lomba posting dalil & foto yg melarang selfie. Apakah benar selfie yg dilakukan oleh muslimah itu haram? apakah dapat muslimah berhijab melakukan selfie lalu di post disosial media? Tentu ada pro dan kontranya tentang fenomena ini.

HALALKAH SELFIE?  
Dalil dalil dibawah ini, di jadikan oleh sebagian kalangan untuk melarang selfie, namun dalil ini tampaknya masih bersifat general, artinya seseorang bisa saja ujub dengan media lainnya tanpa harus dengan selfie  
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam bersabda,

ثلاث مهلكات: شح مطاع, وهوى متبع, وإعجاب المرء بنفسه

Tiga dosa perusak: sifat pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ujub seseorang terhadap dirinya. (HR. Thabrani dalam al-Ausath 5452 dan dishaihkan al-Albani)

Di saat yang sama, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memotivasi kita untuk menjadi hamba yang berusaha merahasiakan diri kebalikan dari menonjolkan diri. Dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam bersabda,

إن الله يحب العبد التقى الغنى الخفى Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertaqwa, yang berkecukupan, dan yang tidak menonjolkan diri. (HR. Muslim 7621)

maka selfie bisa menjadi haram jika ia menjadi sarana menyombongkan diri, mengumbar aurat dan menggoda lawan jenis, dan selfie dapat dgn ​​syarat memperhatikan hal2 berikut ini:  
1. senantiasa menjaga diri dari ujub & kesombongan ketika melakukannya  
2. Tidak memperlihatkan aurat  
3. Tidak berpose menggoda, khususnya bagi wanita, dgn cara memonyong monyongkan bibir sbg sarana menggoda kaum pria  
4. Tidak melakukan selfie dgn pasangan yg belum halal untuknya  
5. Tidak menunjukkan kemesraan yang berlebihan bagi yang sudah menikah krn itu menjadi wilayah pribadi dan bisa menggoda mereka yg belum menikah.
6. menjadi sarana mengajak orang pada kebaikan, yaitu ketika seseorang melihat, terpicu motivasinya utk melakukan kebajikan.

Senin, 05 Oktober 2015

plastic surgery?

gue nggak mau ngomong masalah dosa ya. dosa biarlah ditanggung masing-masing, dan orang yang ngelakuin oplas-pun pasti taulah konsekuensi dan dosanya.
mending kita ngaca dulu deh.
kerjaan kita aja ngusik dan ngurusin idup cewek lain mulu, trying to bring others down mulu, ngehina mulu, nyari-nyari celah kejelekan cewek lain mulu, demen nyari foto aib atau angle jelek orang mulu.
"ah, cakep pas selfie doang, tag-tagan fotonya jelek."
"uda gendut, pede banget lagi ga sadar diri lagi ini orang."
"gila kulitnya geseng amat. ireng kayak areng."

"anjrit!!! kalo nggak pakai makeup dia begitu? najis cantik makeup doang."
ya nggak heran lah kalo sekarang banyak cewek yang ngerasa insecure, ngerasa nggak puas sama badannya, ngerasa selalu kurang dan selalu minder sama bentuk fisiknya, ngerasa not good enough.
lah, society itu sendiri yang bikin cewek jadi nggak pede dan insecure.
nyoba apa adanya lo katain jelek, nyoba nutupin pake makeup lo katain nggak natural, even plastic surgery-pun bakal lo katain nggak nerima diri apa adanya.
terus mau lo apeeeeeee????
and here's my two cents about being natural, having layers of makeup, or even plastic surgery,
mau ada orang oplas, dempul, atau mau natural apa adanya, aku ra' urus.
gue yakin tiap orang punya tingkat percaya dirinya beda-beda, jadi as long as they're comfortable and confident that way, i think i'm okay with that.